Kamis, 07 November 2024

Bapak Bepu', Guru, Rato.

 

Cerpen: “Menghormati Bapak Bepu', Guru, dan Rato”
Dibuat oleh: Madura Stories

Pada suatu sore yang damai di desa kecil di Madura, keluarga Pak Samsudin dan Bu Maimunah duduk bersama di teras rumah mereka. Mereka menikmati waktu santai setelah seharian beraktivitas, ditemani putra mereka, Uswan, yang kini mulai beranjak remaja. Angin sepoi-sepoi menambah kesejukan suasana, ketika tiba-tiba Uswan bertanya dengan nada penuh rasa ingin tahu.


"Pak, Bu, kenapa orang-orang di sini sering bilang 'bapak bepu', guru, rato'? Apa artinya?"

Pak Samsudin tersenyum bangga, senang melihat anaknya tertarik untuk memahami nilai-nilai yang diwariskan dari para leluhur. Dengan kelembutan, ia pun mulai menjelaskan.

"Nak," ujar Pak Samsudin, "di Madura, kita memiliki prinsip untuk selalu menghormati mereka yang berjasa dalam hidup kita. Itulah yang kita sebut 'bapak bepu', guru, rato'. Itu adalah urutan bagaimana kita memprioritaskan rasa hormat dan bakti kita."

Bu Maimunah menambahkan, "Yang pertama adalah 'bapak bepu'. Di sini, 'bapak bepu’' berarti orang tua—bapak dan ibu sebagai satu kesatuan. Orang tua adalah orang yang pertama kali memberi kita kehidupan, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, dan mengajarkan nilai-nilai baik. Maka, menghormati mereka adalah kewajiban utama kita.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketergantungan pada Alam: Mengapa Pengamatan Cuaca Tradisional Masih Relevan Bagi Petani

   Laron biasanya muncul sebagai pertanda bahwa musim hujan sudah tiba, saat warga Madura bisa memulai musim tanam, khususnya untuk jagung d...