Cerpen: “Menghormati Bapak Bepu', Guru, dan Rato”
Dibuat oleh: Madura Stories
Pada suatu sore yang damai di desa kecil di Madura,
keluarga Pak Samsudin dan Bu Maimunah duduk bersama di teras rumah mereka.
Mereka menikmati waktu santai setelah seharian beraktivitas, ditemani putra
mereka, Uswan, yang kini mulai beranjak remaja. Angin sepoi-sepoi menambah
kesejukan suasana, ketika tiba-tiba Uswan bertanya dengan nada penuh rasa ingin
tahu.
"Pak, Bu, kenapa orang-orang di sini sering bilang 'bapak bepu', guru, rato'? Apa artinya?"
Pak Samsudin tersenyum bangga, senang melihat
anaknya tertarik untuk memahami nilai-nilai yang diwariskan dari para leluhur.
Dengan kelembutan, ia pun mulai menjelaskan.
"Nak," ujar Pak Samsudin, "di
Madura, kita memiliki prinsip untuk selalu menghormati mereka yang berjasa
dalam hidup kita. Itulah yang kita sebut 'bapak bepu', guru, rato'. Itu adalah
urutan bagaimana kita memprioritaskan rasa hormat dan bakti kita."
Bu Maimunah menambahkan, "Yang pertama adalah
'bapak bepu'. Di sini, 'bapak bepu’' berarti orang tua—bapak dan ibu sebagai
satu kesatuan. Orang tua adalah orang yang pertama kali memberi kita kehidupan,
membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, dan mengajarkan nilai-nilai baik.
Maka, menghormati mereka adalah kewajiban utama kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar