Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, terdapat pelabuhan yang menghubungkan daratan Madura dengan Pulau Gili. Pulau ini terkenal dengan julukan "Pulau Oksigen," karena diklaim memiliki kualitas oksigen terbaik kedua di dunia setelah Laut Mati di Yordania.
Setiap hari, aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Dungkek ke Pulau Gili berlangsung ramai. Penyeberangan ini masih menggunakan perahu kayu tradisional yang mampu mengangkut penumpang, barang-barang kebutuhan, sepeda motor, bahkan hewan ternak. Meski sederhana, perahu-perahu ini menjadi andalan masyarakat, berbeda dengan kapal feri besar yang pernah melayani rute penyeberangan Kamal ke Surabaya sebelum Jembatan Suramadu berdiri.
Pulau yang dikenal sebagai "Pulau Oksigen" di Madura sebenarnya merujuk pada Pulau Gili Iyang. Pulau ini berada di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura. Berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Pulau Gili Iyang diperkirakan kurang lebih sekitar 7.000-10.000 jiwa. Pulau ini terbagi menjadi dua desa, yaitu Desa Banraas dan Desa Bancamara. Masyarakat di sana sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, sementara yang lainnya bergerak di bidang perdagangan atau merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali dan pedagang yang kulakan barang dari Sumenep untuk dijual kembali di Gili.
Penyeberangan ini tidak hanya penting bagi perekonomian, tetapi juga menjadi jalur vital bagi pendidikan, sosial, dan interaksi budaya. Setiap hari, perahu-perahu kayu terus hilir mudik, melayani penduduk yang memiliki kebutuhan di kedua sisi perairan.
Pulau Gili sendiri menawarkan keramahan penduduk yang tulus, terutama kepada para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Penduduknya sangat antusias memperkenalkan keindahan alam dan potensi "Pulau Oksigen" ini. Wisatawan yang datang akan disambut dengan senyuman dan keramahan khas Madura, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Aktivitas penyeberangan ini adalah denyut kehidupan antara Dungkek dan Pulau Gili, menghubungkan dua wilayah yang kaya akan tradisi, kerja keras, dan keindahan alam.Semua ini terekam dalam kisah yang dibagikan oleh *Madura Stories.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar